Pengenalan Tentang Rabies

APA ITU RABIES?

Rabies atau dikenal dengan penyakit anjing gila adalah salah satu penyakit zoonosis yang perlu di waspadai kerena kejadianya terus meningkat tiap tahunya . Rabies menyerang susunan saraf pusat semua hewan berdarah panas (anjing, kucing, monyet)  dan  manusia. Menurut  Word Healt Organisation  (WHO) rabies menduduki peringkat  12 daftar penyakit yang mematikan..

APA GEJALA ANJING TERTULAR RABIES?

Pada Hewan Rabies dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

(1) Rabies tipe Ganas (Furious Rabies), Rabies tipe ini mempunya gejala seperti:

  1. Tidak menurut perintah pemilik
  2. Air liur/Saliva berlebihan
  3. Hewan menjadi ganas, menyerang atau menggit apa saja yang ditemui dan ekor dilengkungkan ke bawah perut atau diantar dua paha
  4. Takut Cahaya
  5. Kejang-kejang yang kemudian disertai kelumpuhan setelah 4-7 hari sejak timbul gejala atau paling lama 12 hari setelah pengigitan.

(2) Rabies tipe Tenang (Dumb Rabies), Rabies tipe ini mempunyai gejala seperti:

  1. Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk
  2. Lumpuh, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan
  3. Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat
  4. Kematian terjadi dalam waktu singkat

(3) Rabies tipe Asymptomatik (tidak menunjukkan gejala) sering ditandai dengan kematian   mendadak tanpa menunjukkan gejala sakit.

BAGAIMANA EFEK GIGITAN ANJING RABIES MANUSIA?

Masa inkubasi di manusia dari penyakit Rabies sangatlah bervariasi, dimulai dari 7 hari hingga beberapa tahun. Hal ini tergantung kepada:

  1. Dosis dari inokulum
  2. Keparahan dari luka hasil gigitan
  3. Jarak luka dengan Sistem Syaraf Pusat (SSP), seperti luka yang terjadi diwajah mempunyai masa inkubasi yang lebih pendek jika dibandingkan dengan luka di kaki.

Berikut adalah tanda-tanda penyakit Rabies pada manusia:

  1. Sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual/muntah, hilang nafsu makan
  2. Merasa panas atau nyeri atau gatal pada tempat gigitan
  3. Sangat takut pada air dan peka terhadap cahaya, suara serta hembusan udara
  4. Air mata dan air liur keluar berlebihan
  5. Pupil mata membesar
  6. Bicara tidak karuan, gelisah, selalu ingin bergerak dan tampak kesakitan
  7. Kejang-kejang, lumpuh dan akhirnya meninggal dunia (Departemen Pertanian, 2007)

BAGAIMANA CARA PENCEGAHAN?

Pengendalian HPR (Hewan Pembawa Rabies)  dan Vaksin Rutin Hewan HPR Ke Dokter Hewan

Bagaimana Cara mengatasi jika sudah tergigit?

  1. segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun atau detergent selama 10-15 menit kemudian diberikan antiseptik.
  2. Mendatangi rumah sakit/puskesmas untuk dilakukan pemberian Serum Anti Rabies (SAR), dan Pre Exposure Vaccination vaksin (VAR).

Leave a Comment