Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kematian Pada Kucing Setalah Kelahiran

Kasus yang sering ditemukan dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan lingkungan, genetik atau faktor kogenital dan infeksi. Kasus ini dapat terjadi saat kelahiran sampai usia 9 minggu  (Freshman, 2005).

Lingkungan

  1. Hipotermia dan Hipertemia
    Anak kucing memiliki temperatur bervariasi dengan lingkungan pada minggu pertama kelahiran, sehingga rentan untuk bertahan hidup. Terlalu dingin atau terlalu panas menjadi salah satu penyebab kematian pada neonatus. Suhu yang terlalu panas menyebabkan neonatus terengah-engah (overheating) sedangkan suhu dingin dapat menyebabkan neonatus sulit mencerna makanan, denyut jantung mengalami penurunan sehingga peredaran darah dan sistem pernapasan mudah lemah(Freshman, 2005)..
  2. Faktor Induk
    Induk yang terlalu gemuk atau lebih tua dapat mempengaruhi keselamatan dan memungkinkan terjadi kematian pada neonatus, begitu juga pada induk yang mengabaikan anaknya, tidak memberikan kehangatan, menolak untuk memberi perawatan serta kurangan produksi susu (Freshman, 2005).Berat badan setelah kelahiran sangat penting bagi setiap spesies kucing maupun anjing, berat badan yang rendah saat kelahiran bisa disebabkan karena kematangan reproduksi yang telalu cepat. Namun berat lahir tidak berhubungan dengan stillbirth, tetapi cenderung pada ras. Ras menyebabkan kematian neonatus cenderung lebih besar pada anjing maupun kucing (Groppetti et al., 2015).

Genetik

  1. Ras
    Ras menyebabkan kematian neonatus setelah kelahiran cenderung lebih besar pada anjing maupun kucing (Groppetti et al., 2015). signifikan tercatat antara berat kelalahiran, jumlah anak, berat lahir dan lama kehamilan. Dimana berat lahir dipegaruhi oleh genetik dari induk. Berat  lahir menigkat jika berat induk meningkat (Gatel et al., 2011). Jika Induk mengeluarkan anak lebih banyak, berat badan kelahiran lebih ringan, sedangkan induk yang melahirkan anak sedikit berat kelahiran lebih berat (Groppetti et al., 2015). Lamanya kebuntingan secara langsung berhubungan dengan berat lahir anak. Kelahir immature dapat menyebabkan kekurangan berat badan saat lahir  sehingga dapat menyebabkan kematian pada neonatus (Gatel et al., 2011).
  1. Cacat Kongenital
    Cacat bawaan yang paling umum dilaporkan dalam survei pada 51 anak kucing yaitu cleft palate. Sebuah survei dari 1.679 ekor anak yang berusia 8-16 minggu diidentifikasi yang mengalami cacat bawahan yang umum seperti cryptorchidism, patellar luxation, abnormalitas cardiac abnormalities, cleft palate, hernia umbilical dan inguinal (Krustritz, 2003).
  1. Distokia
    Faktor predisposisi perkebangan janin dan berat badan lahir dapat menyababkan distokia. Umur induk yang lebih mudah di bawah 1 tahun merupakan penyebab stillborn terbesar, sedangkan induk yang sangat kecil atau anak yang  terlalu besar merupakan penyebab distokia
  1. Feline Noenatal isoerytholysis (FNI)
    Kucing memiliki dua jenis golongan darah yaitu A dan B. FNI disebabkan oleh perkawinan antara indukan type darah A atau B dengan jantan type AB (Silveste-Ferreira and Pastor, 2010). FNI disebabkan oleh anak kucing yang tidak cocok dengan golongan darah induknya. Anak kucing dengan golongan darah A menelan kolostrum dari indukan golongan darah B sehingga menyerap antibodi yang menghancurkan sel-sel darah merah (Freshman, 2005). Meskipun anak kucing isoerytholisis jarang terjadi, namun angka kematian tertinggi terjadi pada anak kucing.

Infeksi

Kehilangan berat badan sering kali merupakan gangguan tahap awal. Kelainan lain dapat dicirikan dengan neonatus  menyendiri dan menagis berlebihan.

Penyakit Septikemia adalah infeksi sistemik. Escherichia coli adalah organisme yang paling umum terisolasi (Kustritz, 2003).

Leave a Comment